Afrizal Yogi Pratama
Oct 24, 2021
Digital Security adalah berbagai cara yang dilakukan untuk melindungi komputer, internet, akun, dan dokumen dari ancaman yang terdapat dalam dunia digital.
Untuk menghindarkan kita dari resiko dari segala aksi yang ada pada dunia digital.
Resiko keamanan pada dunia digital adalah kejadian atau aksi yang menyebabkan kerusakan pada komputer atau perangkat mobile, hardware, software, data, dan informasi.
Segala tindakan ilegal yang melibatkan perangkat komputer disebut Computer Crime.
Aksi ilegal yang dilakukan pada media online atau internet disebut Cyber Crime.
Orang yang melakukan aksi ilegal ini memiliki sebutannya masing-masing dan tindakan yang dilakukannya, antara lain:
Hacker merupakan seseorang yang memiliki kemampuan untuk masuk kedalam sistem orang lain. Hacker memiliki tipe dan tujuan yang berbeda. White Hat Hacker merupakan hacker yang bertujuan mencari celah keamanan untuk kemudian diperbaiki supaya sistem lebih aman dari serangan. Selanjutnya ada Black Hat Hacker, hacker ini memiliki tujuan yang berkebalikan dari White Hat Hacker yaitu mengeksploitasi celah keamanan pada sistem untuk kepentingan pribadi.
Cracker merupakan seseorang yang melakukan aksi ilegal dengan tujuan meretas sistem atau merusak sistem tersebut.
Script Kiddie, atau Skiddie, atau Skid merupakan sebutan untuk orang yang melakukan peretasan dengan menggunakan skrip atau kode yang dibuat dan dikembangkan oleh orang lain dengan tujuan bersenang-senang dan untuk kesombongan diri sendiri. Script Kiddie sedikit atau tidak mempunyai keterampilan coding, dan hanya mengandalkan tools yang sudah tersedia untuk melakukan serangan.
Corporate Spies adalah tindakan spionase atau mata-mata pada korporat yang biasanya dilakukan untuk mengetahui kekurangan lawan usaha.
Unethical Employees merupakan seorang karyawan pada perusahaan yang melakukan tindakan melihat data atau informasi perusahaan yang bersifat rahasia.
Cyberextortionist merupakan seseorang yang meminta sejumlah uang dari korban dengan mengancam akan melakukan penyebaran data-data maupun hal lainnya.
Cyber Terrorist merupakan bentuk kegiatan terencana pada internet yang berupa tindakan kekerasan yang mengakibatkan atau mengancam hilangnya nyawa atau kerugian fisik dan biasanya aksi ini dilakukan untuk mencapai tujuan politik.
Informasi yang ditransmisikan melalui jaringan memiliki resiko keamanan yang lebih tinggi daripada informasi yang disimpan pada organisasi. Banyak jenis-jenis serangan yang dapat terjadi pada internet dan jaringan, berikut merupakan daftar jenis-jenis serangan tersebut:
Malware yang merupakan singkatan dari Malicious Software merupakan program yang bertindak tanpa sepengetahuan pengguna dan dengan sengaja mengubah perangkat komputer dan perangkat mobile.
Botnet merupakan sekumpulan program yang saling terhubung satu sama lain melalui internet untuk dapat saling berkomunikasi. Karena keterhubungan perangkat ini membuat perangkat dapat rentan terkena serangan yang dapat dikontrol dari jarak jauh.
DoS Attack merupakan serangan yang menargetkan server suatu sistem dengan tujuan membuat target tidak dapat diakses atau merespon request.
Backdoor merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk masuk ke dalam sebuah sistem atau jaringan tanpa harus melewati proses autentikasi terlebih dahulu.
Spoofing merupakan bentuk menyamar sebagai pihak tertentu yang terpercaya dengan tujuan mengelabuhi korban untuk mencuri data.
Salah satu bentuk proteksi pada serangan internet dan jaringan adalah Firewall. Firewall merupakan hardware atau software yang dapat melindungi perangkat dari ancaman pada lalu lintas jaringan.
Unauthorized Access and Use merupakan tindak ilegal yang dilakukan dengan menyusup ke dalam suatu sistem jaringan komputer tanpa izin dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari Unauthorized Access and Use adalah dengan menerapkan kebijakan penggunaan yang dapat diterima dan menonaktifkan mode membagikan file dan printer pada pengaturan sistem. Selain itu ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan akses ilegal, antara lain:
Pencurian software terjadi apabila ada pencurian media software, penghapusan program dengan sengaja, mendaftarkan atau mengaktifkan program secara ilegal, dan penggunaan software bajakan.
Untuk menghindari pencurian software biasanya pada perusahaan dilakukan proses aktivasi software secara legal pada perangkat dengan jumlah yang sesuai pada lisensi yang legal digunakan. Pada proses aktivasi produk, pengguna akan mendapatkan nomor identifikasi sebagai identitas komputer pada software yang terinstal.
Ada banyak jenis lisensi pada software, antara lain:
Pencurian informasi merupakan tindakan seseorang dalam mencuri data pribadi atau rahasia milik orang lain. Untuk mengurangi resiko pencurian informasi, kita dapat menggunakan enkripsi. Enkripsi merupakan proses mengubah data yang dapat dipahami manusia kedalam bentuk encoded character. Selain itu untuk menghindari pencurian data kita dapat menggunakan metode berikut:
Digital Signature merupakan tanda seseorang, website, atau organisasi dalam bentuk elektronik untuk melakukan verifikasi identitas.
Digital Certificate merupakan dokumen digital yang digunakan untuk membuktikan kepemilikan sebuah perangkat menggunakan public key. Contoh Digital Certificate adalah SSL pada website.
Pencurian dan vandalisme hardware merupakan aksi mencuri atau menghancurkan perangkat digital. Contoh vandalisme hardware adalah perusakan sistem keamanan pada rumah, pembobolan gembok, perusakan cctv, dan lain-lain.
Kegagalan hardware dapat diatasi dengan beberapa alat berikut, antara lain:
Pencadangan merupakan metode menduplikat file, program, atau media dengan tujuan dapat digunakan apabila terjadi kehilangan, kerusakan, atau kehancuran pada file atau perangkat. Pencadangan file dapat diletakan pada perangkat dengan lokasi yang berbeda maupun pada penyimpanan cloud. Kategori pada pencadangan antara lain:
Akses wireless memiliki potensi ancaman pada keamanan. Contoh ancaman keamanan pada perangkat wireless adalah penggunaan wifi publik yang dapat mendatangkan malware yang tidak diinginkan.
Etika teknologi merupakan pedoman moral dalam penggunaan perangkat komputer, mobile, sistem informasi, dan hal yang terkait teknologi lainnya. Salah satu etika yang harus kita ketahui adalah etika kekayaan intelektual.
Kekayaan intelektual merupakan karya seperti ide, penemuan, seni, tulisan, proses, nama perusahaan dan produk, serta logo. Hak pada kekayaan intelektual adalah hak atas karya tersebut. Salah satu metode dalam mengatasi tindakan ilegal pada kekayaan intelektual adalah dengan menerapkan copyright.
Copyright merupakan strategi yang dirancang untuk mencegah distribusi film, musik, dan konten digital lainnya secara ilegal.
Untuk menerapkan etika dalam dunia digital maka perlu dibuat aturan yang disebut kode etik. Kode etik merupakan pedoman tertulis yang menentukan suatu tindakan yang etis atau tidak etis dan diperbolehkan atau tidak diperbolehkan.
Informasi pribadi merupakan hak individu dan perusahaan untuk menolak pengumpulan, penggunaan, dan penyebaran informasi tersebut. Penggunaan data biasa ditemukan pada website. Website melakukan pengumpulan data untuk menentukan iklan yang cocok diberikan kepada kita. Informasi pribadi dapat disimpan pada database saat kita melakukan pengisian formulir, pembuatan media sosial, pendaftaran produk, dan lain-lain. Berikut merupakan istilah-istilah yang berkaitan tentang informasi pribadi antara lain:
Cookie merupakan jejak yang ditinggalkan pengguna pada situs yang dikunjunginya. Cookie dapat mengingat preferensi situs yang dikunjungi dan memberikan konten yang sesuai dengan tindakan yang sering dilakukan pengguna pada situs yang dikunjunginya.
Phising merupakan upaya mendapatkan informasi data seseorang dengan menggunakan teknik mengelabui korban.
Spyware merupakan program pada komputer yang dapat mengumpulkan informasi tanpa diketahui korbannya.
Adware merupakan program yang menampilkan iklan pop-up.
Social Engineering merupakan teknik mengelabui korban agar dapat mendapatkan informasi atau data pribadi milik korban.
Content Filtering merupakan proses membatasi akses pada konten tertentu.
Web Filtering Software merupakan software untuk melakukan proses pembatasan akses pada website tertentu.
Pada artikel kali ini kita sudah membahas tentang berbagai resiko keamanan pada dunia digital, resiko dan perlindungan pada serangan internet dan jaringan, berbagai strategi cadangan dan metode mengamankan data, dan etika dalam menggunakan dan melindungi informasi pribadi.
Adam Rizal, Apa saja Jenis-jenis Serangan Siber Masa Kini?, Info Komputer, 2021.
Agus Candra, Jenis-Jenis Lisensi Software Komputer, Kompasiana, 2015.
Botnet, Wikipedia.
Capurro, Rafael, Digital ethics, GLOBAL FORUM ON CIVILIZATION AND PEACE. 2009.
Dedy Permadi, Menkominfo Beri Perhatian Serius pada Literasi Digital sebagai Upaya Mitigasi Ancaman Siber, Kominfo, 2021.
Dennis, M. Aaron, Cybercrime, Encyclopedia Britannica, 2019.
Digital security, Wikipedia.
Diskominfo, Perbedaan Hacker dengan Cracker, Artikel Diskominfo Bandung, 2018.
Script Kiddie, Wikipedia.