Afrizal Yogi Pratama
Nov 9, 2021
Internet of things merupakan sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk mentransmisikan atau mengirimkan data melalui jaringan tanpa bantuan perangkat komputer dan manusia.
Internet of Things dapat menghubungkan semua perangkat yang berbeda dengan menambahkan sensor dan kecerdasan digital, memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi secara real time tanpa campur tangan manusia.
IoT saat ini mengalami banyak perkembangan. Perkembangan IoT dapat dilihat mulai dari tingkat konvergensi teknologi nirkabel, microelectromechanical (MEMS), internet, dan QR (Quick Responses) Code. IoT juga sering diidentifikasi dengan RFID (Radio Frequency Identification) sebagai metode komunikasi.
IoT pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999 oleh Kevin Ashton, salah satu pendiri AutoID Lab MIT. Dia memperkenalkan IoT selama presentasinya di Proctor & Gamble.
Pada saat itu, Kevin Ashton memperkenalkan alat pengenalan kode batang. Ashton juga memproduksi energi yang digunakan dalam teknologi sensor dan pengawasan.
Ashton, dalam jurnal RFID yang ditulis pada tahun 2009, mengungkapkan bahwa komputer mengetahui semua yang mereka butuhkan. Contohnya termasuk pelacakan, penghitungan, dan sebagainya.
Ashton juga menyebutkan apakah akan mengembangkan komputer untuk mengumpulkan informasi. Hasilnya, komputer dapat melihat, mendengar, dan mencium dunia seperti manusia.
Ekosistem IoT terdiri dari perangkat cerdas berkemampuan web yang mengumpulkan, mengirim, dan merespons data yang berasal dari lingkungan menggunakan sistem tertanam seperti prosesor, sensor, dan perangkat keras komunikasi.
Perangkat IoT berbagi data sensor yang dikumpulkan dengan menghubungkan ke gateway IoT atau perangkat edge lainnya. Data dikirim ke cloud untuk analisis atau analisis lokal. Perangkat ini dapat berkomunikasi dengan perangkat terkait lainnya dan menanggapi informasi yang diterima dari satu sama lain. Perangkat melakukan sebagian besar pekerjaannya tanpa campur tangan manusia, tetapi manusia dapat berinteraksi dengan perangkat, misalnya, untuk menyiapkan perangkat, memberikan instruksi, dan mengakses data.
Terdapat lima unsur pembentuk dari internet termasuk juga kecerdasan buatan, konektivitas, sensor, dan lain sebagainya. Berikut merupakan unsur-unsur pada internet of things:
Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan teknologi atau mesin yang memiliki kemampuan untuk berpikir.
Konektivitas atau hubungan koneksi antar jaringan dalam sebuah sistem IoT terdiri dari perangkat kecil, setiap sistem akan saling terhubung dengan jaringan, sehingga dapat menciptakan kinerja yang lebih efektif dan efisien.
Dalam perkembangan teknologi, semakin kecil sebuah perangkat maka akan menghasilkan biaya yang lebih sedikit, namun efektifitas dan skalabilitas menjadi tinggi. Sehingga di masa yang akan datang, manusia dapat lebih mudah menggunakan perangkat teknologi berbasis IoT dengan nyaman, tepat, dan efisien.
Sensor merupakan perangkat yang mampu untuk mendefinisikan sebuah instrumen, yang mana dapat mengubah IoT dari jaringan standar yang cenderung pasif menjadi sistem aktif yang terintegrasi dengan dunia nyata.
Pembeda mesin yang lain dengan IoT adalah IoT telah menerapkan metode paradigma aktif dalam berbagai konten, produk, serta layanan yang tersedia.
Berikut merupakan beberapa manfaat dari penggunaan IoT:
Mempermudah proses koneksi antar perangkat atau mesin. Semakin baik koneksi antar jaringan, semakin cepat dan fleksibel sistem perangkat dapat berjalan.
Semakin banyak koneksi jaringan yang dibuat, semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, aktivitas dan kinerja manusia semakin kuat ditunjang dengan hadirnya IoT.
Internet of Things memudahkan dalam mengontrol dan memantau pekerjaan secara efektif. Selain itu, teknologi cerdas juga dapat memberikan rekomendasi dan tugas alternatif yang lebih mudah kepada pengguna.
Aplikasi Internet of Things di bidang pertanian dapat berupa sensor untuk penggunaan air, sensor untuk mendeteksi serangan hama, dan sensor untuk mengenali emisi ke lingkungan. Dengan penerapan IoT, kita dapat dengan cepat dan akurat meningkatkan hasil pertanian. Selain itu, IoT memudahkan untuk memantau area produksi menggunakan smartphone.
Penggunaan IoT bisa mewujudkan pertanian presisi dan irigasi pintar. Melalui penggunaan sensor yang diterapkan di lahan pertanian memungkinkan petani mendapatkan informasi detail topografi, tingkat kesuburan, tingkat keasaman hingga suhu tanah, bahkan dapat mengukur cuaca serta memprediksi pola cuaca.
Data yang dikumpulkan tidak hanya digunakan untuk pemantauan jarak jauh, tetapi juga untuk menghitung kebutuhan air tanaman dan berbagai solusi lainnya. Data ini juga berguna bagi berbagai pemangku kepentingan, terutama dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan pertanian.
Pada penerapannya, IoT dalam pertanian masih terdapat kendala, yaitu mengedukasi para petani dalam penggunaan teknologi untuk aktivitas/pertanian mereka sehari-hari. Untuk mengatasi tantangan ini dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, dan petani itu sendiri.
Oracle. What is IoT?.
Alexander S. Gillis. What is internet of things (IoT)?. Tech Target.
Matt Burgess. What is the Internet of Things?. Wired. 2018.
Jen Clark. What is the Internet of Things (IoT)?. IBM. 2016.
Kevin Ashton. That ‘Internet of Things’ Thing. RFID Journal. 2009.
Muhammad Robith Adani. Mengenal Apa Itu Internet of Things dan Contoh Penerapannya. Sekawan Media. 2020.
Rina Rizki Amalia. Penerapan Internet of Things (IoT) Solusi di Sektor Pertanian. Biops Agrotekno. 2021.